gerimis tipis semanis lekuk bibirmu menemaniku malam ini
setiap tetesannya mengagetkanku
seperti hadirmu yang tiba tiba dalam benakku
aku bukan pujangga yang mencari cinta
aku bukan penyair hebat seperti yang bertahta
namun
bulu mu yang se-bahu terlihat di keramaian tadi
selalukembali di malam kelabu seperti ini
kebul asap di balkonku
mengingatkanku bahwa
aku hanya pemimpi
aku tidak berharap
aku tidak juga
tapi kamu sempurna
kamu juga bagai berhala
kamu dipuja
tapi kamu hanyalah angan angan pemimpi handal sepertiku
tapi percayalah, hai musim gugurku
sungguh, namamu selalu ada dalam doaku
No comments:
Post a Comment