Tuesday, July 28, 2015

Sebuah puisi baku, untukmu.

saya bersumpah bahwa anda tidak harus pergi
meninggalkan saya sendiri bersama bangkai binatang mati

ladang hijau hanyalah ladang
bunga yang mekar hanyalah bunga
dan anda
hanya anda
tetapi saya melekat pada anda

bersinar matahari, cerah saat itu
lampu jalan di malam hari menghibur saya
tapi senyum anda
bisa lakukan keduanya

rasa anda lebih pahit dari kopi saya di pagi hari
saya minum tetap

tidak akan ada lagi basah baju saya karena air mata anda
karena tempat anda bersandar kini bukan saya
tidak akan ada lagi dekap anda saya rasakan
karena saya bukan lagi tempat anda mendekap

saya rindu apa yang telah kita lakukan berdua
kemana kata berdua yang kita ubah menjadi selamanya?
mungkin hanya ungkapan belaka
dimana asmara sedang merajai kita

mungkin anda hanya pergi untuk sementara
tapi sementara bertahan selamanya tanpa anda

-tidak diperuntukkan untuk siapa siapa walaupun judulnya untukmu

Tuesday, July 21, 2015

20-7-2015

Malam ini cantik sekali
Seperti kamu yang disana

Kota ini indah sekali
Seperti senyum mu yang tipis

Semerawutnya siang tadi
Hilang segera malam ini

Seperti rasaku, hilang sudah semuanya
Berteman bekas luka dan pemantik, aku tempuh waktu yang terus menyiksa

Di ujung malam ini, aku terenyuh
Mengapa bobrok ini tidak lekas pulih?
Kenapa tetesan hujan masih membasahi ubun ubunku ditengah mimpiku?

Keramahan mereka membuatku nyaman, bahkan ini baru yang kedua kalinya aku membaurinya

Sudah larut, angin masih sempatnya bercanda
Angin masih sempat hempas rambutku yang kaku

Ujung atap pun terlihat indah, seperti matamu saat terpejam disaat aku memperhatikan

Puisi ini bukan puisi rindu, tetapi caraku melepaskanmu

Kubuat ini untuk menunjukkannya
Menunjukkan bahwa aku bahagia
Rumahku disini 
Bersama senyum manis yang selalu mereka lemparkan ke orang orang yang bahkan tak mereka kenal

Nyamanku disini, tidak sedetikpun kulewatkan untuk menggerutu

Aku disini
Untuk mengatakan
Aku senang tanpamu

Wednesday, July 8, 2015

Dermaga kecil

Akulah dermaga kecil
Siap menampung kapal kapal reyot
Kapal reyot yang ingin ber istirahat

Akulah dermaga kecil
Yang didatangi
Lalu ditinggal begitu saja

Akulah dermaga kecil
Yang ditancapkan jangkar
Dan ditinggalnya lubang

Akulah dermaga kecil
Yang siap menerima kapal baru
Meski rindu perahu tua itu

Akulah dermaga kecil
Yang menyediakan keperluanmu
Tidak seperti yang lainnya

Akulah dermaga kecil
Yang dulu kau tinggali
Hingga akhirnya
Kamu berlabuh lagi
Tanpa selamat tinggal