Seperti kamu yang disana
Kota ini indah sekali
Seperti senyum mu yang tipis
Semerawutnya siang tadi
Hilang segera malam ini
Seperti rasaku, hilang sudah semuanya
Berteman bekas luka dan pemantik, aku tempuh waktu yang terus menyiksa
Di ujung malam ini, aku terenyuh
Mengapa bobrok ini tidak lekas pulih?
Kenapa tetesan hujan masih membasahi ubun ubunku ditengah mimpiku?
Keramahan mereka membuatku nyaman, bahkan ini baru yang kedua kalinya aku membaurinya
Sudah larut, angin masih sempatnya bercanda
Angin masih sempat hempas rambutku yang kaku
Ujung atap pun terlihat indah, seperti matamu saat terpejam disaat aku memperhatikan
Puisi ini bukan puisi rindu, tetapi caraku melepaskanmu
Kubuat ini untuk menunjukkannya
Menunjukkan bahwa aku bahagia
Rumahku disini
Bersama senyum manis yang selalu mereka lemparkan ke orang orang yang bahkan tak mereka kenal
Nyamanku disini, tidak sedetikpun kulewatkan untuk menggerutu
Aku disini
Untuk mengatakan
Aku senang tanpamu
No comments:
Post a Comment