Thursday, April 21, 2016

Padamu, Rasaku

tangisan langit mulai membasahi sepatuku
yang membuatku menghela nafas lebih panjang lagi
kutunggu sang biru untuk berhenti dari isakannya 

tiba tiba terbesit senyum manismu
yang membuat kopi ku hambar seketika

ingin sekali kubuat kenangan yang tak terlupakan tentang kita
hingga suatu saat nanti
masih ada yang tertinggal untuk diingat


rintik rintik masih menemaniku hingga saat ini
suaranya yang kasar membentur seng
menyadarkanku dari lamunan

yang menyadarkanku pula
bahwa dirimu tidak akan bisa ada di pelukan

kepadamu wanita mimpiku
jangan kau hancurkan pijakanku
sudah inginku untuk bersamamu
karena kamu adalah hal terindah yang pernah datang padaku

20/4/16 saat tetesan hujan mulai berteriak