yang biasanya terasa manis, kini layaknya takpernah dirasa
muak aku dengan cinta
muak dengan cinta yang takpernah berpihak padaku
berteman candaan aku lewati hari hari, tapi mengapa ada yang berbeda?
kemana sayangku?
untuk apa berucap sayang jika hanya ingin main main?
aku menyerah pada cinta karena ia menyerah denganku
mencintai tanpa lelah itu melelahkan
ironi bukan?
terimakasih telah memilihku
lalu memilih dia dan yang lainnya
aku bukan satu satunya
aku sempat mencintaimu dengan terlalu, seperti hujan bulan desember
aku lupa rasanya tenang didalam dekap dua tanganmu
lelah yang kubawa seharian, hilang dengan satu senyum. iya, milikmu itu
lelah aku dengan semuanya
lelah aku dengan semuanya
lelah aku dengan semuanya
HAHA bosen nih, ps: cuma iseng