Saturday, November 29, 2014

Jeduar

Hujan lagi,
Sudah deras di daerahku
Masih gerimis di rumahmu
Gelap
Gelap langit sekarang

Sudah biasa
Sudah biasa aku memendam rindu
Hingga tak nampak di permukaan
Permukaan wajahku
Wajahku yang sering memasang 
Memasang mimik palsu
Agar tak terlihat kepedulianku
Kepedulianku padamu

Rintik hujan yang berjatuhan
Mengingatkanku padamu
Berapa puluh kali aku terjatuh
Hingga kini sakit hati hanya mimpi bagiku

Cat hijau dirumahmu
Seakan berbicara padaku dari luar
"Tak ingatkah kau pada tempat ini?"
Batinku menjawab pilu
"Aku sedang mencoba melupakanmu"

Aku bukan orang munafik
Tak kuat hatiku bila di dustakan
Karena nya

Aku rindu
Rindu sekali

-tidak ditujukan untuk manusia manapun

Saturday, March 8, 2014

ceritanya bikin puisi

entah, rasanya asing mendengar kata sayang 
yang biasanya terasa manis, kini layaknya takpernah dirasa 
muak aku dengan cinta 
muak dengan cinta yang takpernah berpihak padaku 
berteman candaan aku lewati hari hari, tapi mengapa ada yang berbeda?

kemana sayangku? 
untuk apa berucap sayang jika hanya ingin main main? 
aku menyerah pada cinta karena ia menyerah denganku

mencintai tanpa lelah itu melelahkan 
ironi bukan? 
terimakasih telah memilihku 
lalu memilih dia dan yang lainnya 
aku bukan satu satunya 

aku sempat mencintaimu dengan terlalu, seperti hujan bulan desember 
aku lupa rasanya tenang didalam dekap dua tanganmu 
lelah yang kubawa seharian, hilang dengan satu senyum. iya, milikmu itu

lelah aku dengan semuanya 
lelah aku dengan semuanya 
lelah aku dengan semuanya 

 HAHA bosen nih, ps: cuma iseng