Wednesday, September 20, 2017

aku tidak merasa hidup

aku tidak merasa hidup
terjerembab begini begini saja aku di ruang lingkup

aku tidak merasa hidup
lepas segala gala yang telah ku raup

aku tidak merasa hidup
aku redup

aku tidak merasa hidup
gairah telungkup

aku tidak merasa hidup
seperti udara tak ku hirup

aku tidak merasa hidup
tolong



tolong

Friday, September 1, 2017

Pertanyaan bodoh, namun aku penasaran

kenapa tuhan menciptakan cinta?
cinta tidak bisa hilang
cinta itu selamanya
cinta hanya bisa sekedar pudar
tapi manusialah target cinta
manusia sementara
dunia ini juga fana
lantas kenapa cinta selamanya?
apa tuhan main main dengan rasa?

Thursday, July 13, 2017

Tidak Dapat Berkata, Apalagi Menulis





















                                                                                                           -bukit dago,bandung. 12 juli 2017

Monday, May 29, 2017

Kalau Galau Baru Ingat Tuhan

tuhan, ditengah hiiruk pikuk
diantara 2 rukuk
namanya yang lantunkan dalam doa
untuk tetap disini saja

aku hampir tak sanggup
bukan karena aku gugup
namun karena bimbang
aku tak mau dijatuhkan saat ku terbang

yang maha perkasa,
beri tahu ia aku memiliki rasa
bukan rasa yang biasa
tapi disertai asa

tuhan, keningku memang jarang
jarang berada di atas sajadah
namun tolong, jangan segini saja sudah

Sunday, April 9, 2017

Aroma di Kepulanganku

Kepadamu, sang pemilik senyum termanis
Perjalananku terasa selamanya
Karena benakku di selimuti kamu

Kepada gadis dengan mahkota musim gugur
Kepulanganku ini sungguh 
sungguh dipenuhi bayang lembut wajahmu

Kepada gadis pendiam di seberang jendela
ini semua bukan dusta
bukan juga basa basi
aku menulis karena cinta
biarlah pasupati menjadi saksi

Tuesday, January 24, 2017

Musim Gugur

gerimis tipis semanis lekuk bibirmu menemaniku malam ini

setiap tetesannya mengagetkanku

seperti hadirmu yang tiba tiba dalam benakku

aku bukan pujangga yang mencari cinta

aku bukan penyair hebat seperti yang bertahta

namun

bulu mu yang se-bahu terlihat di keramaian tadi

selalukembali di malam kelabu seperti ini

kebul asap di balkonku

mengingatkanku bahwa

aku hanya pemimpi

aku tidak berharap

aku tidak juga 

tapi kamu sempurna

kamu juga bagai berhala

kamu dipuja

tapi kamu hanyalah angan angan pemimpi handal sepertiku

tapi percayalah, hai musim gugurku

sungguh, namamu selalu ada dalam doaku