Sunday, November 20, 2016

Cinta Pendosa

Aku terlahir sebagai pendosa satu yang ku syukuri
Ku dicintainya
Lelaki bangsat yang penuh nista
Namun kau peluk dengan hangatnya cinta

Kerjaku hanya khilaf
Aku tak mungkin menjadi pemimpin shaf
Kerjaku hanya menghalu
Tetapi namaku tetap kau elu-elu

Mungkin aku bukanlah yang terbaik
Dan mungkin tak bisa kau banggakan
Namun saat rindu mencekik
Dengan sekejap ia kau hilangkan

Aku adalah kitab benalu
Yang terapung diatas papan
Inginku tetap denganmu
Semoga, entah sampai kapan

Saturday, October 1, 2016

Aku Hampa Tanpa Senyumnya

malam ini malam yang panjang
pun sudah tiga hari aku 
aku tak pulang ke kandang

letih aku
sungguh aku remuk
namun tak terbesit untuk lelah denganmu

sayang, meski kau jauh disana
aku tidak mencarimu kemana mana

sayang, meski kau tidak disini
kau tetap bertahta di sebagian hati ini

sayang, meski ku tak denganmu
namun aku akan ada untukmu

sayang, meski aku hancur lebur
senyum tipismu akan selalu menghibur

tolong jangan tinggalkan
sekali lagi aku menekankan
meskipun ragamu jauh
aku tak mengeluh

satu yang kutahu
aku masih menunggu
satu yang ku ragu
apa kau masih untukku?

Thursday, August 18, 2016

Terimakasihku, Untuknya


Tanah bunga berseri seri
Tanpa hadirmu disini
Kelegaan yang kau beri
Sungguh akan membantuku sendiri

Terimakasih pelajaran hebatmu
Yang ajarkan cara menjadi batu
Hingga tak keluar lagi tangisku
Untukmu wahai kenangan semu

Terimakasih untuk dekapnya
Sungguh takkan ku lupanya rasa
Hangatnya lembayung senja
Ini yang ku butuh seutuhnya

Terimakasih telah menampar
Buat hati yang menggelepar
Kini menjadi tak gentar

Untuk perempuan yang dituju
Selamat menjalani hidup barumu
Untuk yang dulu senantiasa dinanti
Kini hadirmu sudah tiada arti

Thursday, August 4, 2016

Bandung, 19.12

Pergi sudah aku
Mengejar apa yang kumau
Disini, Tak banyak yang kutahu
Yang terbesit hanya dirimu

Aku sudah berkawan
Kawan-kawan yang berawan
namun tak satupun perempuan

Ku baringkan tubuhku
Hanya menatap bintang yang jelas melintang
memenuhi sang kelabu malam ini

Masih saja baumu lekat
Sama sekali tak terkubur sang pekat
Beban yang dulu telah terangkat
Kini kembali terikat

Menggigil aku di kota kembang
Tanpa dirimu, sayang


Tuesday, July 12, 2016

Tidak Bisa Lima Dibagi Lima

Langit negri orang yang biru
Sore ini mendadak kelabu
Mendorong ke permukaan senyum bibirku

Tidakkah tahunya dirimu
Bahwa aku
Mahluk yang senang membelot dan keliru

Tiada usai kuputar lagu sendu
Hanya untuk menyesuaikan suasana baru
Tapi tetap rasanya aku

Sayang, kita adalah batu
Yang kalau di adu
Tidak akan pernah jadi satu

Sunday, May 29, 2016

Luluh

Malam ini malam panjang
Ditemani asap yang membuat umurku pendek

Malam ini baru kusadari rasaku
setelah temanmu bertanya isi hatiku

Luluh
Luluh aku dibuatmu

Hatiku ibaratkan batu karang
Dan kamu adalah ombak yang menghempasku
Sampai berkeping-keping

Yang juga mengartikan bahwa
Goyah hatiku diterpa kasihmu

Dunia ini bagaikan taman bunga
Dan aku memilihmu, bunga melatiku

Ditemani lampu remang 
Dan tembang penuh keresahan
Ku curahkan semuanya dalam bait-bait ini

Jikalau kemarin adalah pertemuan terakhir kita
Setidaknya aku menutupnya dengan indah

Dan jikalau kemarin adalah pertemuan terakhir kita
Aku ingin menyampaikan

Kaulah bunga ter indah
Yang pernah ada didekatku
Sayang,
Kau tidak sempat ku dekap
Walaupun hanya untuk sekali


-24/5/2016 teruntuk sang bunga melati

Thursday, April 21, 2016

Padamu, Rasaku

tangisan langit mulai membasahi sepatuku
yang membuatku menghela nafas lebih panjang lagi
kutunggu sang biru untuk berhenti dari isakannya 

tiba tiba terbesit senyum manismu
yang membuat kopi ku hambar seketika

ingin sekali kubuat kenangan yang tak terlupakan tentang kita
hingga suatu saat nanti
masih ada yang tertinggal untuk diingat


rintik rintik masih menemaniku hingga saat ini
suaranya yang kasar membentur seng
menyadarkanku dari lamunan

yang menyadarkanku pula
bahwa dirimu tidak akan bisa ada di pelukan

kepadamu wanita mimpiku
jangan kau hancurkan pijakanku
sudah inginku untuk bersamamu
karena kamu adalah hal terindah yang pernah datang padaku

20/4/16 saat tetesan hujan mulai berteriak

Monday, March 28, 2016

Asa Seorang Pujangga

Sinar terang yang ku kira mentari
Ternyata adalah seorang bidadari
Salam untukmu, wahai sang bintang pagi

Tegur sapamu hangatkan hari
Untukmu sang pemilik hati, pastikan kau tetap disini
Disaat aku kelak berlabuh pergi

Saat mata kita bertemu
Sungguh tiada lagi yang semu
Hangat disini rasanya
Dikala engkau beri ku asa

Sebuah pelabuhan yang dinanti
Tolonglah jangan sampai mati

Seorang pemimpi yang jarang kutemui
Jika waktu kita tiba nanti
Pastikan terucap tolong jangan pergi