Aku terlahir sebagai pendosa satu yang ku syukuri
Ku dicintainya
Lelaki bangsat yang penuh nista
Namun kau peluk dengan hangatnya cinta
Kerjaku hanya khilaf
Aku tak mungkin menjadi pemimpin shaf
Kerjaku hanya menghalu
Tetapi namaku tetap kau elu-elu
Mungkin aku bukanlah yang terbaik
Dan mungkin tak bisa kau banggakan
Namun saat rindu mencekik
Dengan sekejap ia kau hilangkan
Aku adalah kitab benalu
Yang terapung diatas papan
Inginku tetap denganmu
Semoga, entah sampai kapan