Tuesday, January 24, 2017

Musim Gugur

gerimis tipis semanis lekuk bibirmu menemaniku malam ini

setiap tetesannya mengagetkanku

seperti hadirmu yang tiba tiba dalam benakku

aku bukan pujangga yang mencari cinta

aku bukan penyair hebat seperti yang bertahta

namun

bulu mu yang se-bahu terlihat di keramaian tadi

selalukembali di malam kelabu seperti ini

kebul asap di balkonku

mengingatkanku bahwa

aku hanya pemimpi

aku tidak berharap

aku tidak juga 

tapi kamu sempurna

kamu juga bagai berhala

kamu dipuja

tapi kamu hanyalah angan angan pemimpi handal sepertiku

tapi percayalah, hai musim gugurku

sungguh, namamu selalu ada dalam doaku