Monday, September 28, 2015

Awan hitamku

September sudah bukan dirinya lagi
Hujan kesayanganku disembunyikannya
Dibuatnya untuk membasahi 
bibirnya yang kering kerontang
Tanpa dibagi kepada penikmat lainnya

Awan sore ini mendung 
Sendu seperti kelopak matamu
Mendung adalah kesukaanku
Begitu juga denganmu, iya kesukaanku

Awan hitam kecil penjagaku
Turunkanlah hujan dalam arti lain padaku
Agar basah hati batu ini
Dan biarlah pecah agar kamu bisa mengambilnya
Sungguh, ini semua punyamu sekarang

Kepada awan hitamku,
Tidak pernah aku ingin semua ini berakhir
Ini sudah sempurna
Tolonglah tetap seperti ini saja
Sampai habis waktu kita

2 comments: